Jalan Setapak

September 16, 2010
Mata mencari burung dara
Aku bertemu setan tenggara
Sabar hati penuh lara
Resah penuh gara-gara
Ingin bertemu bersama para
Agar hati bebas sengsara
Dengan memakai berbagai cara
Ibarat menanam kacang kara
Empu sakit tiada tara
Xante penuh huru-hara
Ajaib bagai batu mutiara
Cari kawan semangat membara
Taruh rindu di puncak menara



10 Januari 2005
 

Hanya Perasaan

September 16, 2010
Dibalik Cahaya Yang Remang
Timbul Perasaan Yang Bergejolak
Ingin Rasanya Membangun Bukit
Yang Diliputi Rasa Dan Masa
Ingin Meletus Rasanya Bedil
Namun Sasaran Belum Nampak
Entah Dimana Dan Kapan
Peristiwa Ini Bisa Terwujud
Perasaan Manusia Terus Bergejolak
Dengan Bedil Dibagian Depan
Siap Menyemburkan Peluru Kesasaran
Agar Tercapai Keinginan Manusia
Biar Waktu Terus Berlalu
Namun Perasaan Terus Berkobar
Ingin Membangun Bukit Berlalu
Dalam Bentuk Jiwa Dan Raga


20 Juni 2005

Continue reading...
 

Takdir

September 16, 2010
Hidup kelam bagai mimpi
Diselimuti perasaan dan angan-angan
Yang tiada menentu
Dalam setiap langkah
Namun baru tersadari
Ini hanya cerita dongen
Yang terjadi dalam sejarah
Dan tidak mungkin terwujud
Hanya mimpi selalu menghantui
Perasaan yang selalu mengecam
Angan-angan yang selalu membayang
Pikiran yang tiada menetu
Namun akan tetap terjalani
Apa yang menjadi takdir
Apa yang telah digariskan
Hingga akhir hayat nanti


9 Desember 2005

Continue reading...
 

Kepedihan Hidup

September 16, 2010
Perasaan Kalang Kabut
Bagai Awan Yang Kelam
Diwaktu Musim Dingin
Dalam Meniti Jalan Hidup
Bayang Bayang Selalu Menyelimuti
Hingga Malam Pun Tiba
Dan Menyatu Dalam Mimpi
Hingga Siang Pun Menjelang
Hari Berlalu Bagai Bara
Mengecam, Menghantui, Membayangi
Seperti Hidup Tiada Berarti
Dalam Melangkah Yang Tiada Tujuan
Hari Berlalu Begitu Sepi
Bagai Bumi Tanpa Penghuni
Hingga Waktu Pun Menjemput
Sampai Akhir Nanti


9 Desember 2005

Continue reading...
 

Pencerahan

September 16, 2010
Melihat badan tegak ditepi sungai
Memegang tongkat berujung tali
Ikut terpaut rasanya hati
Ingin turut ke sungai
Badan tegak dipinggir kali
Mengail ikan dangan tali
Pandang bunga ditepi sungai
Bunga mekar untuk hati
Badan gerak tiada terasa
Pandang hati tiada terduga
Biar mengail tetap juga
Badan menanti senyum tiba
Pandang mata tiada berkedip
Mata menyatu tanpa sayup
Dibawah sinar yang redup
Membawa pesan dengan sedap


24 Februari 2004

Continue reading...
 

Sabar

September 16, 2010
Hari tiada berarti
Semua hidup untuk diri
Harus berdiri dikaki sendiri
Menutup diri dari pengaruh iri
Semua ilmu untuk diri
Usahakan percaya diri sendiri
Bermanfaat dikemudian hari
Bagi kelangsungan hidup ini
Semua manusia punya arti
Carilah arti diri sendiri
Agar mudah menelusuri hari
Dalam mencapai tujuan hati
Jangan terpengaruh rasa benci
Hidup dalam takdir Ilahi
Berharap dari genggaman Rabbi
Dalam mencapai hidup berarti


17 Juni 2004

Continue reading...
 

Semangat

August 24, 2010
Dia datang sambil terlena
Dengan memakai kereta kencana
Ditarik oleh kuda lencana
Dia aneh tapi nyata

Dia datang dengan senjata
Dengan kekuatan dari mata
Dan penuh dengan derita
Dari tatapan yang nyata

Dada berdebar menanti kabar
Dari pesan yang hambar
Desak hati yang sabar
Demi langkah yang tersebar

Darah mengalir tubuh bangkit
Dari hati yang sakit
Dengan semangat yang membukit
Dalam jiwa yang mengungkit


28 Desember 2004

Continue reading...
 

Sebuah Harapan

August 23, 2010
Hati mati seperti pati
Tiada suka tiada duka
Hati mengadu dalam sunyi
Tiada hati tanpa jiwa

Jiwa bersemayam dalam hati
Gundah gulana hati mengadu
Tiada kata tiada dusta
Langit mati pantai sakit

Bisa kawan jadi lawan
Menunggu uban tinggal hari
Hari menghijau tumbuh menapak
Bunga taman bunga melati

Hijau setangkai tanda harapan
Hati sabar menanti hari
Kelak hari tumbuh menghijau
Bunga melati membawa harum


13 Maret 2004

Continue reading...
 

Liku-liku Jalanan

August 23, 2010
Angin sejuk angin sepoi
Menyambar kian menerbangkan
Menelusuri pucuk dedaunan
Dalam mengisi rongga kehidupan

Angin berhembus tanah berdebu
Menyelimuti sekujur tubuh
Biar tubuh penuh debu
Asal semangat tetap menggebu

Jalan setapak sinar terik
Membakar bumi dalam tubuh
Dibawah cemara pohon bakau
Ditengah alangn pasir berduri

Dibawah angin turut berkabut
Menerawang dalam semangat jiwa
Memberi langkah penuh tekad
Dalam menoreh segenggam harapan


13 September 2004

Continue reading...
 

Categories

Recent Posts