Dia datang sambil terlena
Dengan memakai kereta kencana
Ditarik oleh kuda lencana
Dia aneh tapi nyata

Dia datang dengan senjata
Dengan kekuatan dari mata
Dan penuh dengan derita
Dari tatapan yang nyata

Dada berdebar menanti kabar
Dari pesan yang hambar
Desak hati yang sabar
Demi langkah yang tersebar

Darah mengalir tubuh bangkit
Dari hati yang sakit
Dengan semangat yang membukit
Dalam jiwa yang mengungkit


28 Desember 2004